Masa depan Mohamed Salah bersama Liverpool kembali menjadi perbincangan hangat. Penyerang asal Mesir itu dikabarkan telah memberikan izin kepada agennya, Ramy Abbas Issa, untuk membuka komunikasi dengan klub Arab Saudi. Langkah ini menandai perubahan sikap Salah yang kini lebih terbuka terhadap kemungkinan hengkang dari Anfield.

Menurut laporan media Eropa, pembicaraan awal telah dilakukan dengan Al-Ittihad, salah satu klub raksasa Saudi Pro League. Klub tersebut memang sudah lama memantau situasi Salah dan menjadikannya target utama. Izin yang diberikan Salah menjadi sinyal kuat bahwa peluang kepindahan kini semakin realistis.
Meski masih terikat kontrak hingga 2027, dinamika internal di Liverpool membuat situasi berubah. Salah yang selama bertahun-tahun menjadi simbol klub kini mulai mempertimbangkan masa depan baru, terutama setelah hubungan profesionalnya dengan tim tidak lagi berjalan harmonis.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Al-Ittihad dan Godaan Finansial Besar
Al-Ittihad berada dalam posisi yang sangat menguntungkan untuk mendatangkan Mohamed Salah. Klub juara Liga Arab Saudi itu sedang melakukan perombakan besar dalam struktur tim dan gaji pemain. Kepergian beberapa bintang membuat ruang finansial mereka terbuka lebar.
Karim Benzema telah meninggalkan klub, disusul penjualan N’Golo Kante pada bursa transfer Januari. Sementara itu, kontrak Fabinho akan segera berakhir, dan Moussa Diaby juga disebut berpeluang hengkang. Kondisi ini membuat Al-Ittihad memiliki fleksibilitas finansial yang sangat besar.
Dengan daya tarik gaji tinggi dan status sebagai ikon global, Salah dipandang sebagai figur ideal untuk menjadi wajah baru klub. Bagi Al-Ittihad, kehadiran Salah bukan hanya soal prestasi, tetapi juga nilai komersial dan pengaruh global yang luar biasa.
Baca Juga: Liverpool Diuji Krisis Cedera Jelang Laga Panas Kontra Manchester City
Penurunan Performa yang Memburuk

Di sisi lain, performa Mohamed Salah musim ini tidak sebaik tahun-tahun sebelumnya. Ia baru mencetak enam gol dan berada di jalur menuju musim paling minim kontribusi sejak bergabung dengan Liverpool pada 2017. Penurunan ini turut memicu berbagai spekulasi.
Ketegangan memuncak pada Desember lalu saat Salah dicoret dari skuad usai wawancara terbuka yang menyinggung hubungannya dengan pelatih Arne Slot. Dalam pernyataannya, Salah merasa dirinya dijadikan kambing hitam atas situasi tim yang tidak stabil.
Hubungan yang sebelumnya disebut baik berubah secara drastis. Minimnya komunikasi dan kejelasan peran di dalam tim membuat Salah kehilangan kenyamanan. Situasi ini semakin memperbesar jarak antara dirinya dan manajemen klub.
Janji dan Masa Depan yang Pudar
Kekecewaan Salah tidak berhenti pada soal performa dan hubungan dengan pelatih. Ia juga mengungkapkan bahwa janji-janji yang diberikan klub pada musim panas lalu tidak terealisasi. Salah merasa kepercayaan yang dijanjikan tidak tercermin dalam menit bermainnya.
Ia menyoroti fakta bahwa dirinya sempat duduk di bangku cadangan dalam beberapa pertandingan penting. Bagi pemain dengan status dan kontribusi sebesar Salah, hal tersebut menjadi pukulan mental yang cukup berat. Dengan negosiasi yang mulai berjalan, bursa transfer musim panas mendatang berpotensi menjadi titik akhir perjalanan Salah bersama Liverpool.
Jika kesepakatan tercapai, kepindahan ini akan menandai berakhirnya era salah satu legenda terbesar Anfield dalam satu dekade terakhir. Selalu ikuti informasi terupdate dan terpercaya yang telah kami rangkum seputar Liverpool menarik lainnya hanya di liverpooltfc.com.
