Penampilan Florian Wirtz bersama Liverpool musim ini menuai sorotan tajam. Gelandang serang asal Jerman itu baru satu musim berseragam The Reds, namun performanya dinilai belum memenuhi ekspektasi.

Wirtz didatangkan pada bursa transfer musim panas lalu dengan biaya 116 juta paun, rekor transfer bagi klub. Meskipun sempat menjadi bintang di Bayer Leverkusen, ekspektasi tinggi membuat tekanan terhadapnya langsung terasa sejak awal. Gol pertamanya di Premier League baru tercipta pada Desember 2025, meski kontribusi gol dan assist mulai meningkat setelahnya.
Kritik keras pun datang dari analis dan mantan pemain, Craig Burley. Ia bahkan menyarankan Liverpool mempertimbangkan untuk melepas Wirtz selagi nilainya masih tinggi. Menurut Burley, performa Wirtz di Anfield jauh berbeda dari penampilan gemilangnya di Jerman.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Penilaian Pedas Craig Burley
Burley menyoroti hilangnya kualitas teknis yang dulu membuat Wirtz menonjol. “Di Jerman dia mampu melewati tiga atau empat pemain sekaligus mencetak gol. Sekarang, di Liverpool, kepercayaannya di sepertiga akhir lapangan sangat rendah,” ujar Burley.
Menurutnya, posisi ideal Wirtz adalah sebagai nomor 10, di mana ia bisa menampilkan kreativitas dan visi bermain terbaik. Jika Wirtz tidak mampu tampil maksimal, Burley menilai penjualan bisa menjadi solusi praktis bagi Liverpool. “Sejauh musim ini, dia sedikit seperti pemborosan,” tambahnya.
Kritik ini menekankan ekspektasi tinggi terhadap pemain muda yang ditebus dengan harga mahal, sehingga kegagalan untuk langsung menyesuaikan diri dianggap mengecewakan bagi sebagian pengamat.
Baca Juga: Andy Robertson Tegaskan Kesetiaan Penuh pada Liverpool
Pendapat Berbeda dari Pakar Lain

Namun, tidak semua pakar sepak bola sepakat dengan kritik pedas tersebut. Mantan pemain Norwegia, Jan Age Fjortoft, menilai penilaian terlalu dini untuk menyebut Wirtz gagal. Ia menekankan tekanan psikologis besar bagi pemain muda ketika pindah ke klub besar dengan nilai transfer tinggi.
“Banyak orang meremehkan bagaimana rasanya meninggalkan rumah dan datang ke Liverpool dengan harga mahal. Kita menganggap mereka seperti mesin, padahal mereka manusia yang rentan,” jelas Fjortoft. Ia menekankan bahwa adaptasi Wirtz ke lingkungan baru dan liga Inggris merupakan proses yang wajar.
Fjortoft juga menanggapi isu pelatih. Menurutnya, perubahan manajer bukanlah faktor utama penurunan performa Wirtz. Pengalaman bekerja dengan pelatih sukses seperti Xabi Alonso bisa membantu, tapi bukan satu-satunya solusi.
Kesempatan Wirtz Membuktikan Diri
Florian Wirtz memiliki kesempatan untuk membuktikan diri saat Liverpool menghadapi Tottenham Hotspur di Anfield pada Minggu, 15 Maret 2026. Pertandingan ini menjadi momen penting bagi Wirtz untuk menunjukkan kualitasnya dan membantu tim kembali ke jalur kemenangan.
Liverpool sendiri menghadapi tekanan besar hingga akhir musim untuk mengamankan posisi di zona Liga Champions. Tim asuhan Arne Slot membutuhkan kontribusi penuh dari semua pemain, termasuk Wirtz, agar tetap bersaing di papan atas Liga Inggris.
Jika Wirtz mampu tampil konsisten, ia masih memiliki peluang untuk membalikkan pandangan publik dan membuktikan bahwa investasi besar Liverpool kepadanya bukan sia-sia. Selalu ikuti informasi Liverpool terupdate dan terpercaya yang telah kami rangkum di liverpooltfc.com.
