Virgil van Dijk dikenal sebagai salah satu pemain dengan bayaran tertinggi di Liverpool. Sebagai kapten tim dan pilar utama di lini belakang, ia menerima gaji sekitar 350 ribu paun per pekan, angka yang mencerminkan status dan pengaruhnya di dalam tim. Namun, pendapatan besar itu tidak sepenuhnya ia nikmati.

Dalam 12 bulan terakhir, Van Dijk tercatat menyetor lebih dari 9,7 juta paun kepada negara dalam bentuk pajak. Jumlah tersebut setara dengan ratusan miliar rupiah dan menunjukkan betapa besar potongan yang harus ia tanggung dari penghasilannya sebagai pesepak bola top di Inggris.
Data ini muncul dalam laporan Sunday Times Tax List, yang mencatat para pembayar pajak terbesar di Inggris. Nama Van Dijk masuk dalam daftar elite tersebut, bukan hanya di kalangan atlet, tetapi juga secara umum di tingkat nasional.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Kontrak Baru dan Beban Pajak yang Mengikuti
Pada April tahun lalu, Van Dijk mengakhiri spekulasi masa depannya dengan menandatangani kontrak baru berdurasi dua tahun bersama Liverpool. Kesepakatan ini mempertahankan struktur gaji lamanya, dengan total pendapatan mendekati 40 juta paun selama masa kontrak.
Namun, besarnya gaji juga berarti tanggung jawab pajak yang besar. Sistem pajak Inggris menerapkan tarif tinggi bagi penghasilan dalam jumlah besar, sehingga sebagian signifikan dari pendapatan Van Dijk langsung mengalir ke kas negara.
Meski begitu, Van Dijk tetap menunjukkan profesionalisme tinggi. Ia terus tampil konsisten di lapangan dan memimpin Liverpool dengan ketenangan, seolah urusan finansial tidak memengaruhi fokusnya sebagai pemain.
Baca Juga: Liverpool Diuji Krisis Cedera Jelang Laga Panas Kontra Manchester City
Daftar Elite Pembayar Pajak Liga Inggris

Van Dijk bukan satu-satunya bintang Premier League yang membayar pajak dalam jumlah fantastis. Di posisi teratas di antara pesepak bola terdapat Erling Haaland, yang menyetor hingga 17 juta paun dalam setahun terakhir.
Mohamed Salah berada tepat di belakangnya dengan kontribusi pajak sebesar 14,5 juta paun. Sementara itu, Casemiro dari Manchester United tercatat membayar 10,9 juta paun, sedikit di atas Van Dijk.
Nama-nama lain seperti Raheem Sterling, Bruno Fernandes, dan Bernardo Silva juga masuk dalam daftar ini. Haaland dan Salah bahkan menembus 100 besar pembayar pajak terbesar di Inggris, menegaskan besarnya dampak finansial para bintang sepak bola terhadap perekonomian negara.
Masa Depan Liverpool Bersama Van Dijk
Di sisi lain, Liverpool mulai mempersiapkan masa depan lini pertahanan mereka. Van Dijk akan berusia 35 tahun pada musim panas mendatang, dan klub menyadari perlunya regenerasi secara bertahap. Langkah konkret terlihat dengan perekrutan Jeremy Jacquet, bek muda Prancis berusia 20 tahun dari Rennes. Liverpool sepakat membayar 55 juta paun ditambah bonus, dengan Jacquet dijadwalkan bergabung pada musim panas 2026.
Pelatih Arne Slot menegaskan bahwa kebijakan ini mencerminkan filosofi klub. Liverpool ingin tetap kompetitif sekarang, sambil memastikan fondasi kuat untuk jangka menengah dan panjang, tanpa harus mengorbankan kualitas di lapangan. Nantikan terus kabar terbaru seputar liverpool menarik lainnya hanya di liverpooltfc.com.
