Manajer Arsenal, Mikel Arteta, menilai timnya gagal memanfaatkan momen penting saat ditahan imbang Liverpool 0-0 pada lanjutan Liga Inggris 2025/2026 di Emirates Stadium. Dibawah ini akan ada penjelasan tentang berita Liverpool menarik lainnya di LIVERPOOL TFC.

Hasil ini membuat The Gunners gagal menjauh dari pesaing di papan atas klasemen. Karena hanya meraih satu poin, Arsenal kini unggul enam poin dari Manchester City, bukan delapan seperti yang berpotensi mereka capai. Arteta menekankan bahwa perbedaan kualitas di momen krusial bisa menjadi pembeda dalam laga-laga besar seperti ini.
Hasil imbang ini memperlihatkan bahwa meski dominan di beberapa fase, Arsenal belum bisa sepenuhnya mengeksekusi peluang dengan efektif. Kondisi ini menjadi pengingat bagi tim untuk memperbaiki penyelesaian akhir dalam pertandingan menentukan.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Babak Pertama Dominan, Babak Kedua Menurun
Arteta menyebut Arsenal memainkan dua babak yang berbeda. Di babak pertama, The Gunners tampil agresif dan menciptakan sejumlah peluang besar di sekitar kotak penalti Liverpool. Namun, kurang tepatnya umpan dan sentuhan akhir membuat skor tetap 0-0.
Di babak kedua, Arsenal sedikit kesulitan mengendalikan permainan. Dominasi menurun, sementara Liverpool mulai mengancam melalui serangan balik cepat. Arteta menilai hal ini menunjukkan margin kecil yang sering memengaruhi hasil pertandingan di level tinggi.
Pelatih asal Spanyol itu menekankan pentingnya konsistensi di setiap babak. “Kami memiliki posisi yang tepat untuk benar-benar menyakiti mereka, tetapi kualitas memilih pemain di area berbahaya kurang optimal,” ungkapnya.
Baca Juga: Liverpool Alihkan Fokus ke Joel Ordonez untuk Tambal Lini Belakang
Butuh Momen Magis untuk Menang

Menurut Arteta, pertandingan besar seperti melawan Liverpool sering kali ditentukan oleh momen magis. Ia mencontohkan kemenangan Liverpool di Anfield, di mana Dominik Szoboszlai menciptakan perbedaan.
“Di laga ini, momen ajaib itu tidak datang. Anda tidak bisa menang, tetapi juga tidak bisa kalah. Hal seperti ini biasa terjadi di level elite,” jelas Arteta. Filosofi ini menunjukkan bahwa faktor individu dan kreativitas pemain tetap krusial dalam laga-laga ketat.
Arteta juga menekankan perlunya kualitas sentuhan akhir yang tepat. Meski Arsenal memiliki peluang di posisi menguntungkan, tim masih perlu meningkatkan ketepatan eksekusi untuk benar-benar memanfaatkan kesempatan emas.
Tetap Fokus pada Sisi Positif
Meski gagal meraih tiga poin, Arteta tetap melihat sisi positif dari performa timnya. Ia menyoroti padatnya jadwal pertandingan, termasuk enam laga sulit di periode Natal, yang berhasil dilewati Arsenal dengan posisi puncak klasemen tetap aman.
Selain itu, Arteta menanggapi insiden antara Gabriel Martinelli dan Conor Bradley. Ia menegaskan tidak ada niat buruk dari Martinelli dan berharap tidak ada cedera serius. “Mengenal Gabi, tidak ada niat sama sekali,” ujarnya.
Arteta menutup pernyataannya dengan optimisme. Hasil imbang ini tetap menjadi modal penting untuk menjaga kestabilan tim di papan atas. Arsenal diharapkan terus fokus, memperbaiki penyelesaian akhir, dan siap menghadapi pertandingan berikutnya. Simak terus pembahasan Liverpool terupdate lainnya hanya di liverpooltfc.com.
