Liverpool mencatatkan momen unik saat bertandang ke Emirates, yakni tanpa satu pun tembakan tepat sasaran. Dibawah ini akan ada penjelasan tentang berita Liverpool menarik lainnya di LIVERPOOL TFC.

Statistik ini pertama kali terjadi sejak Maret 2010, ketika Liverpool kalah 0-1 dari Wigan Athletic. Bedanya, kali ini hasil 0-0 justru diapresiasi karena tim mampu menahan pemuncak klasemen. Hampir 16 tahun kemudian, Liverpool berhasil menahan Arsenal yang selalu dominan di kandang sendiri sejak September.
Hasil ini menjadi bukti bahwa meski tanpa mencetak gol, tim asuhan Arne Slot mampu menjaga disiplin. Para penggemar pun melihatnya sebagai pencapaian positif, bukan tanda kemunduran. Liverpool memang tidak menang, tetapi keberhasilan menahan Arsenal memberi kepercayaan diri. Poin yang diraih menjadi modal penting untuk menghadapi sisa musim, sekaligus menunjukkan kemampuan Slot dalam mengatur strategi bertahan melawan tim besar.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Taktik Arne Slot yang Berjalan Tepat
Arne Slot menyusun rencana matang untuk meredam kekuatan Arsenal. Babak pertama diisi pertahanan disiplin, penguasaan bola hanya 40 persen, dan tim fokus menjaga jarak antar-lini. Arsenal diperbolehkan menguasai bola, tetapi ruang berbahaya ditutup rapat.
Babak kedua, Liverpool mulai mendominasi penguasaan bola hingga 65 persen. Mereka menyelesaikan 207 operan di area Arsenal, jumlah tertinggi tim tamu di Emirates dalam lima musim terakhir. Ini menunjukkan keseimbangan antara bertahan dan membangun serangan dari belakang.
Slot menilai timnya cukup sukses menjalankan taktik. Meski belum memecah kebuntuan, struktur permainan berjalan efektif dan menunjukkan kematangan manajerial. Tim mampu bertahan sekaligus menciptakan peluang meski kekuatan menyerang terbatas.
Baca Juga: Arsenal vs Liverpool Imbang Tanpa Gol Laga Seru di Emirates
Cedera Conor Bradley dan Momen Kontroversial

Kebahagiaan Liverpool ternoda oleh cedera Conor Bradley di masa injury time. Bek kanan itu harus ditandu keluar akibat dugaan cedera lutut, memperlihatkan situasi yang mengkhawatirkan. Kejadian semakin memanas saat Gabriel Martinelli menjatuhkan bola dan mencoba mendorong Bradley agar laga cepat dilanjutkan.
Aksi Martinelli memicu reaksi keras pemain Liverpool dan menuai kritikan publik. Setelah insiden, Martinelli meminta maaf. Bradley meninggalkan stadion dengan lutut ditopang penyangga, menimbulkan kekhawatiran terkait kebugarannya.
Insiden ini menegaskan pentingnya kesadaran dan etika dalam permainan, di tengah tekanan tinggi pada menit-menit akhir pertandingan. Liverpool tetap menjaga fokus meski menghadapi momen yang sensitif.
Struktur Tim Liverpool Tetap Kokoh
The Reds berhasil mempertahankan formasi solid meski Bradley cedera. Calvin Ramsay dan Joe Gomez siap menggantikan posisi bek kanan, sementara Jeremie Frimpong menampilkan kecepatan dan kekuatan yang merepotkan Arsenal.
Duet Virgil van Dijk dan Ibrahima Konate tampil solid, sementara Milos Kerkez sukses menahan serangan Bukayo Saka. Lini tengah Arsenal yang diperkuat Alexis Mac Allister juga terkendali berkat pressing Liverpool yang efektif.
Meski Arsenal memasukkan pemain top seperti Gabriel Jesus, Martinelli, Eze, dan Madueke, struktur tim tamu tetap kokoh. Kedisiplinan dan keseimbangan antara bertahan dan menyerang menjadi kunci keberhasilan The Reds mempertahankan poin di Emirates. Simak terus pembahasan Liverpool terupdate lainnya hanya di liverpooltfc.com.
